Pelatihan Desain Kriya Berbasis Eco-Design

ISI Yogyakarta Gelar Pelatihan Desain Kriya 

Berbasis Eco-Design di Margomulyo Bojonegoro
 

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Kelompok Riset Skema Penelitian Dasar-Fundamental menggelar pelatihan desain produk kriya dengan pendekatan eco-design berbasis eksplorasi material tanaman lokal serta pendekatan eco-design yg mempertimbangkan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan sekitar. Acara ini berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025 di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program riset bertajuk “Craft-Core: Integrasi Eco-Design Pada Produk Kriya Berbasis Eksplorasi Material Tanaman Lokal Sebagai Revitalisasi Pitutur Luhur Samin Surosentiko di Margomulyo Bojonegoro.” Melalui program ini, tim peneliti ISI Yogyakarta yang terdiri dari Dr. Sugeng Wardoyo, S.Sn., M.Sn., Drs. I Made Sukanadi, M.Hum. dan Tri Wulandari, S.Sn., M.A. berusaha untuk menginventarisasi potensi tanaman lokal sebagai sumber material kriya ramah lingkungan sekaligus merevitalisasi nilai-nilai pitutur luhur Samin yang lekat dengan masyarakat setempat.

Masyarakat Margomulyo khususnya perajin lokal diberikan pelatihan merancang produk kriya dengan konsep eco-design. Pelatihan meliputi pemanfaatan bahan dari tanaman sekitar, teknik pengolahan material, serta pendekatan desain yang mempertimbangkan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog budaya untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ajaran luhur Samin Surosentiko, yang menekankan kesederhanaan, kejujuran, dan harmoni dengan alam. Dari  program ini, diharapkan muncul produk kriya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai estetis dan ekonomi, tetapi juga membawa pesan kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan, serta memperkuat identitas budaya Margomulyo sebagai salah satu pusat komunitas Samin.

ISI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademikanya untuk melaksanakan program-program yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Program pelatihan ini menegaskan ISI Yogyakarta yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi, preservasi dan mengembangkan budaya masyarakat. Program ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. 












Dies Natalis ke-41 ISI Yogyakarta 2025

Seminar Nasional Dies Natalis ke-41 

ISI Yogyakarta 2025


Esensi dari diplomasi budaya sering berdekatan dengan unsur budaya seni dan nilai-nilai tradisional untuk membangun hubungan internasional yang saling menguntungkan. Dalam konteks tertentu--misalnya dalam rangka memperkuat jejaring seni dan mewujudkan universitas berkelas dunia--diplomasi budaya memiliki peran yang sangat penting.

Beberapa hal penting yang terkait dengan diplomasi budaya dalam upaya mencapai tujuan tersebut dapat disarikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengakuan internasional terhadap seni dan budaya lokal, membangun jejaring global dalam dunia (pendidikan) seni, memperkaya kurikulum dan pengalaman akademik, mendorong kolaborasi dalam penelitian dan inovasi, meningkatkan daya tarik universitas di nata dunia, peningkatan diplomasi antar-bangsa, dan mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan gobal.

Dalam konteks tersebut ISI Yogyakarta menggelar seminar bertajuk "ART & DIPLOMACY: Memperkuat Jejaring Seni, Mewujudkan World Class University". Seminar ini diselenggarakan pada Selasa, 8 Juli 2025, jam 08.00-13.00 WIB. Digelar secara fisik bertempat: Concert Hall - ISI Yogyakarta. Namun dapat disaksikan secara langsung melalui kanal youtube: ISI Yogyakarta

Sebagai pembicara kunci seminar ini menghadirkan Prof. Stella Christie, Ph.D. (Wakil Menteri Diktisaintek RI) dan H.E. Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M. (Wakil Menteri Luar Negeri RI) dengan beberapa pembicara yakni:

 

1. Phillip Augier (Kolektor Seni Asia-Pasifik, co-founder Museum Pasifika Bali). Topik: “Menjaring Pengalaman & Membina Kerja Budaya-Seni Antar Negara”

2. Helly Minarti, Ph.D. (Peneliti Seni, FOUNDER a collaborative research platform on choreography). Topik: “Sejarah dan Efek Penyebarluasan Budaya-Seni Indonesia”

3. Kurniawan “Inong” Saputro, Ph.D. (Peneliti & Staf Pengajar Pascasarjana ISI Yogyakarta). Topik: “Problematika Perguruan Tinggi Seni dalam Konteks Diplomasi Budaya”

Adapun moderator seminar adalah Dr. Mikke Susanto, M.A., kurator yang juga Staf Pengajar ISI Yogyakarta. Pendaftaran peserta dapat mengisi bit.ly/seminar41isi dan e-sertificate gratis.

Sampai jumpa di seminar!!!

Narahubung: Ardi +62 857-4347-4434


BRAJAMUSTI - BUAYA DARAT

 

18 TAHUN BERKHITMAT DI BRAJAMUSTI

BUAYA DARAT MENDUKUNG PSIM JUARA LIGA 2

 


Sebagai brajamusti (nama supporter psim), tentunya saya sangat bangga sekali ketika psim naik kasta dan men juarai liga 2. Lebih dari 18 tahun kami menunggu momentum ini. Tangis bahagia membanjiri stadion manahan solo disaat melihat tim kebanggannya mengangkat piala. Tentu sebagai supporter psim banyak waktu yang perlu dikorbankan hanya untuk mendukung tim kesayangan.

Sedikit cerita waktu saya duduk di bangku sekolah dasar, saya pernah dibully oleh teman² saya, karena perbedaan tim yang didukung. teman-teman saya mendukung persiba bantul, sedangkan waktu itu hanya saya yang mendukung PSIM.

Dan disaat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama saya mulai aktif dan bergabung dengan organisasi laskar brajamusti buayadarat (brajamusti yogyakarta dari barat). Laskar merupakan sebutan atau kata lain dari komunitas, laskar merupakan organisasi dalam naungan Brajamusti.

Tanggal 26 Februari 2025 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi seluruh pecinta sepak bola yogyakarta. Terimakasih saya ucapkan untuk ayahanda (Dr.Drs. Nur Iswantara,M.Hum.) yang selalu mensupport dan memfasilitasi saya untuk terus mendukung PSIM Jogjakarta.

Mimpi PSIM naik kasta dan juara sudah tercapai, maka saya tidak akan lagi memprioritaskan dan mengorbankan waktu hanya untuk menonton sepakbola, karena pada dasarnya psim itu selamanya bukan segalanya. Harapan saya untuk psim yaitu semoga musim depan di liga 1 lebih semangat dan konsisten karena banyak tim yang jauh lebih kuat. Salam Brajamusti 💙 (Agitya NR).













Eliminasi Stunting, TIM KKN 312 UNS Melakukan Deteksi Dini Anemia

 

Dalam Rangka Eliminasi Stunting, TIM KKN 312 UNS Melakukan Deteksi Dini Anemia di Empat Sekolah Dasar Negeri Desa Kedungwaduk, Sragen

Terganggunya pertumbuhan terutama tinggi/panjang tubuh anak sehingga tidak sesuai dengan usia atau yang lebih dikenal dengan istilah stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan Indonesia sampai saat ini. Bagaimana tidak? 21,5 persen anak Indonesia mengalami stunting menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Berbagai cara sudah dilakukan untuk pencegahan dan eliminasi stunting, salah satunya adalah dengan mengatasi faktor risiko yang dapat membuat stunting yaitu anemia. Menyadari urgensi ini maka TIM Kuliah Kerja Nyata (KKN) 312 UNS mengadakan edukasi mengenai anemia, pemeriksaan hemoglobin gratis, dan pembagian tablet tambah darah pada remaja sebagai langkah nyata pencegahan anemia pada generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (22, 24, 25, dan 26 Juli 2024) di empat sekolah dasar negeri berbeda (SDN Kedungwaduk 1,2,3, dan 4) yang berada di Desa Kedungwaduk, Sragen, Jawa Tengah memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap anemia dan pencegahannya, serta mendeteksi dini anemia pada remaja putri kelas 4,5, dan 6 SD. Adapun alasan TIM KKN 312 memilih target remaja putri berusia 10-14 tahun karena berdasarkan data DInas Kabupaten Sragen tahun 2017, sebanyak 1.211 remaja putri di Kabupaten Sragen pada rentang usia tersebut mengalami anemia. Dengan banyaknya jumlah kasus tersebut maka penanganan anemia harus diberikan sedini mungkin.





Anemia sendiri merupakan kondisi kurangnya sel darah merah atau rendahnya kadar hemoglobin (<12 g/dL) dalam darah. Masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan yang rentan dalam terjadinya anemia karena cepatnya fase pertumbuhan dan perkembangan yang ditandai dengan tingginya kebutuhan nutrisi dan dimulainya menstruasi pada remaja putri. Anemia memiliki dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang. Pada jangka pendek, remaja putri yang mengalami anemia akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, turunnya kemampuan kognitif dan presentasi belajar, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi. Pada jangka panjang, remaja putri yang memiliki anemia yang tidak tertangani hingga menjadi dewasa dan hamil akan menyebabkan risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kematian ibu, dan kematian bayi baru lahir. Anemia yang umum terjadi disebabkan oleh kurangnya zat besi yang dikatikan sebagai salah satu faktor risiko dari stunting. Hal ini karena  kekurangan zat besi yang terus-menerus pada ibu hamil yang menderita anemia dapat mengakibatkan pemendekan panjang badan bayi baru lahir secara signifikan. Dengan demikian konsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu cara pencegahan terhadap anemia sehingga terhindar dari komplikasi anemia baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada kegiatan deteksi anemia oleh tim KKN 312 ini dimulai dengan edukasi kepada siswa dan siswi mengenai apa itu anemia dan cara mencegahnya. Edukasi yang dibawakan melalui slide powerpoint oleh salah satu mahasiswa tim, I Made Adi Palguna Rama Daffa, menjelaskan pentingnya isi piringku dan konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah terjadinya anemia. Setelah dilakukan edukasi, kegiatan dilakukan dengan makan bersama dengan pola isi piringku untuk siswa, sedangkan pemeriksaan status gizi dan hemoglobin untuk siswi. Siswi pada masing-masing empat SD diukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atasnya untuk mengetahui status gizi sebelum dilakukannya cek kadar hemoglobin. Setelah dilakukan pengukuran tersebut, oleh anggota TIM KKN 312 yang lain dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dengan GCHb. Setelah pengecekan tersebut akan diberikan tablet tambah darah sesuai dengan kadar hemoglobin masing-masing sisiwi. Pada rangkaian kegiatan ini siswi yang mengikuti acara menyambut antusias karena belum pernahnya memeriksa langsung kadar hemoglobin mereka. Selain itu, guru-guru SD pun memberikan respon positif atas kegiatan ini seperti apa yang disampaikan salah satu guru di SD Kedungwaduk 2 setelah acara ini selesai.

“Terimakasih Mas/Mbak KKN FK UNS yang sudah menyampaikan ilmu yang dipunya, semoga bermanfaat bagi adek-adek di sekolah kami,” ucap Bu Tami pada akhir dari rangkaian acara di SDN Kedungwaduk 2.

            Dengan adanya kegiatan ini, TIM KKN 312 berharap remaja putri yang sudah mendapat edukasi dapat meningkatkan kepedulian terhadap isu anemia sehingga dapat mencegah dengan komplikasi serius dari anemia, salah satunya stunting.

 

















Open Studio Dosen Seni Lukis ISI Yogyakarta

 

Open Studio Dosen Seni Lukis ISI Yogyakarta Dan Pameran Seni Rupa “Riwayat”

 

Dosen-dosen Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta menyelenggarakan pembukaan Open Studio dan pameran seni rupa bertajuk “Riwayat” pada Sabtu, 27 Juli 2024, di Galeri Fadjar Sidik, pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai. Dosen-dosen yang mengikuti open studi dan pameran antara lain Amir Hamzah, Deni Junaedi, I Gede Arya Sucitra, M. Agus Burhan, Setyo Priyo Nugroho, Wiyono dan Y. F. Yudhistira.

Open Studio dan pemeran seni rupa “Riwayat” dibuka oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn. Pembukaan pameran dan  Open Studio dihadiri oleh Rektor, Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Pembantu Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan, mahasiswa, seniman-seniman di Yogyakarta dan tamu undangan. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menunjukan kepada publik terkait proses kreatif dan karya-karya yang dihasilkan dosen-dosen Seni Lukis ISI Yogyakarta.

Open Studio adalah sebuah konsep atau kegiatan di dunia seni yang biasanya dilakukan di lingkungan akademik atau studio seni. Dalam Open Studio, seniman atau mahasiswa seni memperlihatkan proses kreatif mereka secara terbuka kepada publik atau sesama seniman. Hal ini bisa berupa presentasi karya-karya dalam proses pembuatan, diskusi tentang ide-ide dan teknik yang digunakan, serta berbagi pengalaman atau pengetahuan tentang seni.

Menurut kurator pameran dan open studio, Satrio Hari Wicaksono, “Open Studio ini sebenarnya inisiasi dosen seni lukis untuk membangun atmosfer kreatif penciptaan seni para dosen Lukis dan proses kratif ini telah dilaksanakan secara internal dari bulan Februari 2024”. Lebih lanjut beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan ini ialah memotivasi, memberikan bekal tambahan di luar kelas, dan berbagi pengalaman dalam mengonstruksi tema dan memproduksi karya seni sebagai bagian dari proses akademik dengan cara mengenal dan memahami proses berkarya yang dilakukan oleh para dosen. Namun, sangat disayangkan jika kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi pihak internal saja, sehingga kemudian Jurusan Seni Murni memperbesar skala kegiatan ini dan berbagi kepada publik secara lebih luas.

Penyelenggaraan Open Studi ini sejalan dengan semangat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digulirkan Kementerian, demikian disampaikan oleh Dr. Irwandi, M.Sn. selaku Rektor ISI Yogyakarta ketika memberikan sambutan. Semangat Merdeka Belajar yang mendorong siswa memperoleh pengalaman di luar kelas tentu sama dengan semangat penyelenggaraan Open Studi yang memberikan pengalaman nyata di luar kelas bagi mahasiswa.                               

Bersamaan dengan Open Studio digelar pameran bertajuk “RIWAYAT”. Pameran ini akan menghadirkan ragam karya-karya yang telah dihasilkan oleh para dosen selama perjalanan karirnya sebagai dosen dan seniman. Publik dapat melihat dan memaknai bagaimana perubahan karakter, gaya, sudut pandang dan tema yang dihadirkan secara periodik dalam karya-karya yang dipamerkan. Pemaran dilaksanakan pada 27 Juli sampai dengan 20 Agustus 2024 di Galeri Fadjar Sidik Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta dan terbuka bagi masyarakat umum.






















Gelar Pertunjukan Tari Kolaborasi

 

ISI Yogyakarta dan Srinakharinwirot University 

Gelar Pertunjukan Tari Kolaborasi

 

ISI Yogyakarta melalui Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa, Srinakharinwirot University bekerjasama menggelar Pertunjukan Tari Kolaborasi pada 25 Juli 2024, Di Asok-Montri Music and Performing Arts Hall, Srinakarinwirot University, pukul 17.00 waktu Thailand. Pertunjukan kolaborasi ini menampilkan tari  selamat datang yang dibawakan dan diiringi karawitan dari mahasiswa Srinakharinwirot University, sedangkan mahasiswa dan dosen ISI Yogyakarta menampilkan tari topeng panji dengan tajuk “Klana Sewandana Lena”. Pentas ini disaksikan oleh sivitas akademika Srinakharinwirot University, tamu undangan dan Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.

Pertunjukan tari kolaborasi ini merupakan hasil akhir dari Workshop on Thai & Indonesia Dance and Music yang diselenggarakan ke dua perguruan tinggi. Sivitas akademika dua perguruan tinggi saling berbagi pengetahuan dan keterampilan terkait tari dan musik tradisi yang dimiliki masing-masing negera. Dosen-dosen ISI Yogyakarta mengajarkan bagaimana memainkan gamelan dan mengajarkan tari gaya Yogyakarta kepada sivitas akademika Srinakarinwirot University. Dosen-dosen ISI Yogyakarta juga memperoleh pengetahuan baru karena diberikan kesempatan belajar tari tradisi thailand, tari Mae Bot Lek dan belajar memainkan alat musik tradisi thailand.

Menurut M. Heni Winahyuningsih, M.Hum. selaku pengajar workshop dan Pembantu Dekan I, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta “Dengan pelaksanaan kolaborasi ini kami belajar tari dan musik thailand, dan yang paling membanggakan pengajar workshop tari tradisi thailand, Raden Oky Bima Reza Afrita, S.Sn., M.A. adalah alumni ISI Yogyakarta yang saat ini menjadi tenaga pengajar di Srinakarinwirot University”. Dengan keberadaan alumni sebagai tenaga pengajar di Srinakarinwirot University diharapkan memperkuat kerjasama yang telah dilakukan kedua perguruan tinggi.

Srinakharinwirot University  merupakan salah satu mitra strategis ISI Yogyakarta. Kedua perguruan tinggi telah memiliki sejarah panjang dalam berkolaborasi sehingga mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan bersama. Pentas dan workshop diselenggarakan sebagai bentuk implementasi MoU yang telah ditandatangani kedua pimpinan perguruan tinggi. Melalui aktivitas bersama mitra perguruan tinggi internasional diharapkan mampu meningkat nalai IKU 6 ISI Yogyakarta serta mampu memperbaikan peringkat FSP ISI Yogyakarta di QS World by Subject Performing Arts.

 












Penguatan Potensi Diplomasi Budaya Indonesia

 

BKSAP DPR RI Dorong Penguatan Potensi Diplomasi Budaya Indonesia

di ISI Yogyakarta

 

Yogyakarta, (10/07/2024) – Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, dipimpin oleh Wakil Ketua BKSAP, Putu Supadma Rudana (Fraksi P.Demokrat, Komisi VI), menggelar kegiatan ‘BKSAP Day’ atau diseminasi output diplomasi parlemen serta kolaborasi dengan komunitas akademik dan pegiat seni budaya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, pada Rabu, 10 Juli 2024.

Kegiatan bertajuk “Diplomasi Parlemen dan Budaya dalam Memperkuat Hubungan Internasional dan Promosi Warisan Budaya” ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua BKSAP lainnya, Gilang Dhielafararez (F-PDIP, Komisi III) dan Achmad Hafisz Tohir (F-PAN, Komisi XI); serta Anggota BKSAP Puteri Komaruddin (F-P.Golkar, Komisi XI), Ratih Megasari Singkarru (F-P.Nasdem, Komisi X), Linda Megawati (F-P.Demokrat, Komisi IX), dan Didi Irawadi Syamsuddin (F-P.Demokrat, Komisi XI). Hadir pula dari pihak ISI Yogyakarta, jajaran rektorat yang diwakili oleh Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. M. Kholid Arif, Pembantu Rektor II Dr. Suryati, M.Hum, para pengajar, serta mahasiswa dari Fakultas Seni Rupa, Seni Pertunjukan, dan Seni Media Rekam.

Mengawali diskusi, Wakil Ketua BKSAP Putu S. Rudana menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan warisan budaya Indonesia untuk meningkatkan soft power dan upaya diplomasi budaya. Ia menyoroti pengakuan UNESCO terhadap Indonesia sebagai negara super power di bidang budaya, yang mencerminkan kekayaan ragam budaya bangsa. “Bayangkan jika hal ini dapat dikapitalisasi secara optimal sebagai kekuatan diplomasi Indonesia di tingkat global. Indonesia bisa benar-benar menjadi world’s ring of culture,” ujar Putu.

Ia juga memaparkan potensi diplomasi budaya sebagai jembatan untuk membangun hubungan antar manusia (people-to-people relations), kepercayaan dan pemahaman antar bangsa. “Diplomasi budaya sering kali lebih efektif dalam menyentuh hati dan pikiran orang dibandingkan dengan diplomasi politik. Melalui diplomasi budaya, tidak hanya soft power dan profil internasional kita yang meningkat; kita juga dapat menyebarkan nilai-nilai luhur bangsa seperti kemanusiaan, gotong royong, keberagaman, dan toleransi di mata dunia,” ujar Putu. Dengan penekanan pada potensi ekonomi dari sektor seni kreatif, Putu juga menyebut signifikannya kontribusi sektor ini terhadap PDB, dan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Putu juga mengapresiasi berbagai prestasi dan peringkat tinggi yang diraih oleh ISI Yogyakarta, khususnya dalam bidang seni rupa dan seni pertunjukan, berdasarkan pemeringkatan QS World. “Kami bangga dapat berkunjung dan bertukaran pikiran dengan rekan-rekan ISI Yogyakarta hari ini, yang merupakan pionir, sebagai lembaga pendidikan seni tertua di Indonesia,” ungkap Putu. Kerja sama budaya dan pendidikan, termasuk dalam bentuk pertukaran pelajar antar lembaga pendidikan seni dunia juga didorong oleh BKSAP DPR RI, agar dapat menjadi landasan hubungan antar manusia yang kohesif, sebagai modal kekuatan Indonesia di kancah global.

 

Putu kemudian menyoroti peran dan fungsi BKSAP DPR RI dalam menjalankan Diplomasi Parlemen, sesuai amanat UU No. 13 tahun 2019 (MD3). Ia menyoroti pergeseran dari diplomasi tradisional ke diplomasi multi-track yang inklusif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk anggota parlemen, institusi pendidikan, pelaku seni budaya, dan masyarakat sipil. “Kalian adalah aktor diplomasi. Sebagai mahasiswa dan pelaku seni, semangat adik-adik harus terus ditingkatkan dalam mengembangkan karya, inovasi, dan mengharumkan nama bangsa. Kekayaan budaya kita harus menjadi aset utama, dan seni tidak boleh lagi dianaktirikan. Kami di parlemen, khususnya BKSAP, siap mendukung dan berkolaborasi,” tegas Putu.

Lebih jauh, Putu juga menjelaskan bagaimana diplomasi parlemen dapat mendukung upaya mendorong penguatan diplomasi budaya melalui kerja sama internasional dan promosi budaya Indonesia di berbagai forum parlemen. Diskusi antara para legislator dengan mahasiswa kemudian berlangsung dinamis dan konstruktif, dengan berbagai topik mulai dari kebebasan berekspresi, ruang gerak dan dukungan bagi seniman, kesempatan pelatihan dan peningkatan kapasitas, hingga dana abadi kebudayaan.

Mengakhiri diskusi, Putu menekankan harapannya agar dialog antara parlemen dengan pelaku seni budaya yang terbangun dapat menjadi katalisator bagi peningkatan afirmasi dan dukungan politik bagi bidang seni budaya. Ia juga berharap, inisiatif penyelenggaraan pameran seni di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dapat direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk dengan partisipasi ISI Yogyakarta. (BKSAP)